03 Jun Tips Kelola Kejiwaan Anak Saat Pandemi Berlanjut

Pandemi dan PJJ Berlanjut, Bagaimana Mengelola Kejiwaan Anak?
Pandemi Covid 19 yang tak kunjung berakhir membuat banyak orang mulai merasa cemas dan tertekan, termasuk anak-anak. Apalagi proses pembelajaran yang hampir dipastikan tetap berjalan secara daring pada semester genap ini.
Survey yang dilakukan oleh Satgas Covid (BNPB 2020) pada November lalu menunjukan bahwa 47 persen anak Indonesia merasa bosan di rumah selama pandemi ini. Sementara yang lain merasa khawatir ketinggalan pelajaran, tidak aman, rindu teman dan juga khawatir tentang kondisi ekonomi keluarga. Kondisi ini bisa menyebabkan anak menjadi kesal, bingung, sedih, hingga berujung pada stress.
Lantas apa yang harus dilakukan orang tua untuk mengelola kejiwaan anak selama pandemi dan PJJ ini?
1. Mendeteksi Kejiwaan Anak.

Ikatan Dokter Anak Indonesia menjelaskan tanda anak merasa stress diantaranya: Perubahan perilaku yang tidak biasa, mengalami gangguan tidur, hilangnya percaya diri, nafsu makan menurun dan sulit berkonsentrasi.
2. Dengarkan dan Bicaralah

Jika anak telah menunjukan tanda-tanda di atas maka ajaklah ia bicara. Dengarkanlah curahan isi hatinya dan hibur ia dengan sikap dan perkataan yang menenangkan. Beri rasa aman dan kepastian bahwa ayah bunda akan selalu siap untuk membantu.
3. Bermain dan Bersantai

Ciptakanlah rutinitas baru untuk belajar, bermain dan bersantai bersama-sama. Sesekali ajaklah anak keluar rumah untuk sekadar berolahraga atau beraktivitas yang bisa dipastikan keamanannya, tentunya dengan tetap disiplin menerapkan 3M.
4. Dampingi Mereka Belajar

Salah satu kekhawatiran terbesar anak selama pandemi adalah tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Maka luangkan waktu untuk mendampingi anak belajar dan pastikan orang tua selalu siap menjadi tempat anak bertanya.
No Comments